Rabu, 10 Agustus 2011

NASIBMU DI TANGANMU


Beberapa waktu lalu saya bertemu teman lama yang sempat 10 bulan menerbitkan majalah bulanan. Tapi akhirnya, 11 orang anggita timnya yang menangani seluruh aspek operasional perusahaan dan sempat cetak 10 edisi majalah itu bubar karena ketidaksepakatan langkah…
Menurutnya, sebenarnya utang penerbitan lama sudah terbayar dan tinggal mengembalikan biaya yang telah diinvestasikan. Persoalannya tak ada kesepakatan tentang apa yang mesti dilakukan tim. Antara jalan saja dengan cara biasa atau melakukan lompatan antara lain lewat percepatan.
Caranya membuat tabungan edisi majalah. Salah satu upaya yang diperlukan demi kontinuitas produksi sehingga sumber daya yang ada selanjutnya bisa digunakan untuk membenahi yang lain. Entah itu secara internal merapikan berbagai sistem kerja guna mencari yang paling efisien dan efektif atau keluar untuk memperluas sirkulasi, pemasaran dan iklan.
Masalahnya, menurut cerita dia, adalah susahnya mengubah orientasi dari sekadar pekerja yang terlibat secara teknis menjadi punya wawasan lebih luas tentang manajemen dan menjadi pemilik saham. Intinya untuk menjaga motivasi seseorang agar bisa tetap fokus pada tujuannya dan bisa berbuat sesuai target.
Memang sekilas kesannya hanya sekadar iming-iming mau diberi saham demi terlaksananya kepentingan dan misi manajemen. Tapi bila ditelusur lebih lanjut jelas bahwa iming-iming itu pun sungguh sangat wajar dan layak meskipun jelas akan membawa konsekuensi tersendiri bagi orang bersangkutan yang mau berkomitmen.
Jelas hal yang tak mudah untuk mengubah pola pikir dari melakukan tugas sangat spesifik dengan meliput dan menulis, ke tugas mulai memikirkan operasional produksi dan pemasaran secara menyeluruh. Jadi ibaratnya dari sekadar melakukan tugas sangat spesifik ke tugas lain yang kompleks.
Tugas yang perlu wawasan tentang manajemen yang perlu perencanaan kontrol dan evaluasi, pencapaian target kerja, dan mungkin yang terpenting pengetahuan tentang arus keluar masuk uang. Bagaimana peredaran darah itu memang benar-benar bisa membuat perusahaan hidup dan tumbuh.
Perlu Usaha Ekstra
Munngkin wawasan manajemen semacam inilah yang kadang tak dapat dimengerti para ahli teknis yang terlalu asyik jadi begitu ‘mabuk.’ Orang tak lagi mau tahu urusan di luar dunia yang telah begitu intens digelutinya karena sudah begitu tahu seluk beluk dan cara menikmatinya.
Jelas ini soal tak mau keluar dari zona kenyamanan. Meskipun juga tak bisa disalahkan bila orang sudah punya anggapan seperti: tak perlu melakukan apa-apa lagi wong sudah enak, tak usahlah mengambil risiko yang tak perlu, pokoknya sudah enak begini dan titik.
Tapi jelas jelas dalih itu tak cukup mengingat ada yang mengatakan bahwa bila kamu berperilaku bak tumbuhan yang telah berbuah dan matang, maka kamu akan layu dan mati. Tapi seperti tumbuhan yang selalu ingin hijau dengan mereguk berbagai pengetahuan dan pengalaman agar kamu tetap hidup dan tumbuh.
Penjelasan penguatnya mungkin adalah bahwa tak ada yang abadi di dunia yang begitu rapuh. Tanpa kecuali semua diuji oleh waktu sampai kapan bisa bertahan. Apa pun, termasuk manusia, harus terus memperbaiki diri agar tidak tergilas situasi dan kondisi baru dengan apa yang didapat setiap hari yang berarti harus terus bertransformasi.
Inilah yang membuat sebagian orang tak bisa membayangkan apa jadinya bila sampai tua masih tetap hidup sebagai orang gajian. Satu-satunya pendapatan yang rata-rata tak akan cukup untuk hidup nyaman di tengah gerusan inflasi. Pendeknya nilainya semakin turun karena faktor ekonomi yang begitu kompleks.
Jadi mau jadi seperti apa lima tahun atau sepuluh tahun mendatang, itu semua sepenuhnya terletak di tangan Anda. Anda bisa jadi penikmat kerja keras seperti sekarang atau bisa juga Anda mulai memikirkan cara untuk menjadi pemilik usaha. Risikonya jelas harus dengan mengubah pola pikir saat ini.
Jelas perlu usaha ekstra untuk sekaligus melaksanakan tugas teknis yang menyita waktu dan memikirkan bidang lain di luar lingkup deskripsi kerja itu. Awalnya kesan cari kerjaan dan kerepotan dengan tujuan yang masih samar memang tak terhindarkan, meski pada akhirnya juga bisa ditemukan relevansinya dengan semboyan untuk terus hidup dan tumbuh.[]
* Rab A. Broto adalah penulis buku "Psikologi Duit" (Bornrich, 2006) yang sejak lama menekuni dunia pelatihan SDM dan peningkatan motivasi berprestasi. Pegiat jurnalistik yang kini menjadi anggota dewan redaksi Bee Magazine ini dapat dihubungi di: nauram@yahoo.com

Jumat, 05 Agustus 2011

Tertawalah mumpung masih gratis

Bosan membaca yang bikin tegang urat syaraf, saatnya membaca yang satu ini

Sabtu, 23 Juli 2011

GAME OUTBOUND3


Siap Tempur                                                                          
 


Garis besar
Naskah ini dirancang bagi peserta utk meninggalkan semua kekhawatiran mereka di luar ruangan pelatihan.

Tujuan
1.      Agar peserta siap belajar.
2.      Memperkenalkan latihan sederhana penghilang stress.

Waktu yg dibutuhkan
10-15 menit.

Jumlah peserta
Tidak dibatasi.

Materi yg dibutuhkan
Selembar fotocopy 'Naskah penuntun fantasi Siap tempur'.

Prosedur
1.      Katakan kepada peserta agar mencari posisi yg enak utk latihan ini dan menutup mata mereka.
2.      Mintalah anggota kelompok mengambil nafas dalam-dalam kemudian bacalah naskah perlahan-lahan utk mereka.

Poin diskusi
1.      Adakah yg mau mendeskripsikan kotak mereka kepada peserta lain?
2.      Berhasilkah latihan ini?  Mengapa?
3.      Dapatkah ini diterapkan di lingkungan pekerjan atau di rumah?
4.      Apakah setiap orang terkejut menyadari bahwa mereka memiliki kekuatan utk menghentikan kekhawatiran mereka dengan latihan yg sederhana?

Variasi
1.      Di akhir latihan mintalah setiap orang menggambar 'kotak' mereka dan menunjukkannya kepada peserta lain.
2.      Rekamlah naskah ini pada sebuah kaset dengan musik pengiring.

Sumber
Diambil dari 'Clear the Deck', Nancy Loving Tubesing and Donald A. Tubesing, Latihan Terstruktur Manajemen Stress, Vol.1, Whole Person Press, Duluth MN, 1993

GAMEOUTBOUND4


    Pasar Loak                                                                        
 


Garis besar
Peserta memilih sebuah benda di atas meja dan memberitahukan kepada peserta mengapa mereka memilih benda tersebut.

Tujuan
1.      Agar peserta saling mengenal satu sama lain.

Waktu yg dibutuhkan
10 menit ditambah 1-2 menit utk setiap peserta.

Jumlah peserta
Paling banyak 16 orang, lebih dari itu akan memakan waktu lama.

Materi yg dibutuhkan
Sebuah meja dengan barang-barang pilihan yg biasa terdapat di pasar loak atau laci/lemari barang-barang rongsokan.  Jumlah barang harus lebih banyak daripada jumlah peserta.  Karton besar atau kain yg lebar dibutuhkan utk menutupi semua barang sebelum latihan dimulai.

Prosedur
1.      Letakkan barang-barang di atas meja dan tutupi dengan kain sebelum peserta memasuki ruangan.
2.      Beritahukan peserta bahwa ketika kain penutup dibuka, mereka maju ke depan dan memilih sebuah benda di atas meja yg karena alasan tertentu menarik minat mereka.
3.      Setelah semua orang telah memilih benda, mereka harus memperkenalkan diri mereka dan menyatakan mengapa benda tersebut menarik bagi mereka.

Poin diskusi
1.      Apakah ada yg memperhatikan bahwa beberapa barang yg dipilih sesuai dgn orang yg memilihnya?
2.      Adakah yg memperhatikan bahwa sebuah benda kelihatan lebih sesuai utk peserta yg lain?  Mengapa?

Variasi
Mintalah seorang peserta memperkenalkan dirinya kepada peserta.  Kemudian suruh peserta yg lain memilih sebuah benda di atas meja yg dirasa sesuai dengan peserta yg baru saja memperkenalkan dirinya.  Tanyakan kepada mereka mengapa mereka mengasosiasikannya dengan benda itu.  Ulangi utk setiap org dalam kelompok

GAME OUTBOUND


Mesin Manusia                                                                   
 


Garis besar
Dalam latihan ini para peserta harus membentuk tim dan membangun sebuah mesin manusia.

Tujuan
1.      Menghidupkan suasana setelah istirahat makan siang.
2.      Membangun kerjasama tim.

Waktu yg dibutuhkan
10-15 menit

Jumlah peserta
Tidak dibatasi, tapi dibagi menjadi beberapa tim.  Idealnya, masing-masing tim terdiri dari 8-12 peserta.

Materi yg dibutuhkan
Tidak ada.

Prosedur
1.      Bagi peserta menjadi beberapa tim.
2.      Berikan waktu 5 menit kepada tim utk merancang sebuah mesin manusia dimana seluruh anggota tim adalah komponen mesin tersebut.  Semua komponen manusia saling berhubungan satu sama lain dalam gerakan, satu aksi menimbulkan aksi yg lain.
3.      Pada saat waktu perencanaan habis, masing-masing tim harus mendemonstrasikan 'mesin manusia' -nya.
4.      Seluruh tim harus memilih rancangan yg terbaik.

Poin diskusi
1.      Apakah setiap orang merasa nyaman dengan latihan ini?
2.      Apakah makan siang setiap orang telah mengendap?




Variasi
1.      Setelah masing-masing tim mendemonstrasikan rancangannya, semua 'mesin manusia' dapat bergabung bersama-sama.
2.      Perancangan dapat dilakukan secara tertulis.
Fasilitator boleh menyiapkan potongan-potongan kertas berisi nama mesin yg harus dibuat oleh tim.  Mesin ini bisa meliputi mesin pembuat sosis, jam dinding besar, mesin pemadam kebakaran, sepeda, kalkulator, kapal uap beroda, mesin ketik, mesin pembuat kopi, pengaduk semen, dan lain-lain